Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 4:47 pm pada September 24, 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Selalu Ada Kesempatan Untuk Memilih 

    Saya yakin Anda pasti pernah mendengar kalimat ini diucapkan oleh seseorang, “Saya tidak tahu harus melakukan apa, saya bingung, apa lagi yang harus saya lakukan…“.

    Saat Anda mengatakan ‘Saya tidak tahu harus berbuat apa…‘, maka tepat pada saat itu Anda sudah memilih mengambil suatu perbuatan dan tindakan yaitu TIDAK BERBUAT APAPUN.

    Anda bisa mengelak dari pernyataan saya ini, tetapi Anda tidak bisa mengelak dari apa yang telah Anda lakukan, dimana tindakan dan pilihan Anda adalah tidak melakukan suatu apapun.

    Silakan Anda bertanya jujur kepada hati Anda yang paling dalam, apakah yang telah Anda lakukan merupakan sebuah pilihan tindakan atau bukan?

    Saya hampir bisa memastikan kata hati Anda akan berkata jujur bahwa itulah tindakan yang telah Anda lakukan, sehingga sangat jelas bahwa kita memang tidak bisa menyalahkan siapapun apabila ada sebuah kejadian dalam hidup kita yang mengecewakan atau tidak sesuai dengan harapan, karena apapun yang telah terjadi itu semua ada karena Anda telah memilih jalan hidup Anda sendiri.

    Andalah yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda pilih dalam hidup, Andalah yang menentukan jalan hidup garis merah kehidupan Anda sendiri, Andalah yang menentukan Anda akan berhasil atau gagal, Andalah yang diberi kekuatan untuk menjalani pilihan kehidupan.

    Jangan menyalahkan orang lain apabila Anda gagal karena telah salah memilih, dan jangan pernah berbangga hati karena Anda telah berhasil memilih sesuatu yang sesuai dengan harapan Anda, karena apapun hasil pilihan Anda, itu adalah perjalanan garis merah kehidupan Anda.

    Kegagalan bisa menjadi awal keberhasilan dan keberhasilan bisa saja menjadi awal kegagalan, karena semua mungkin terjadi di dunia ini. Bukan hal yang penting dalam menyesali apa yang telah Anda pilih, tetapi sesalilah apabila Anda tidak mampu mengubah pilihan Anda menjadi sesuatu yang lebih baik.

    Melangkahlah dan terus melangkah, masih jauh lebih baik seseorang mengetahui kesalahan karena telah memilih dibandingkan Anda tidak mengetahui apapun karena Anda takut untuk memilih.

    Meskipun, sebenarnya Anda saat itu telah memilih.

    Salam sukses !

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 9:30 am pada June 3, 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Mendapat motivasi…Termotivasi…menjadi motivator….Eureka ! 

    Saya selalu mengingatkan kepada teman-teman yang menyukai dunia manajemen, bahwa pada satu titik tertentu kita tidak akan pernah bisa bergantung kepada orang lain. Siapa pun dia…, orang lain, hanya sekedar teman atau bahkan sahabat terdekat sekalipun…tetap saja tidak bisa….!

    Pesimis ? Tidak juga…karena memang kenyataan dalam kehidupan karir kerja, berlaku juga dalam kehidupan lain tentunya, memang tingkat persaingan yang tinggi dalam kehidupan akan membuat seseorang sangat sulit bergantung kepada orang lain, tetapi hal itu juga bukan sebuah masalah besar, hadapi saja seolah memang menjadi bagian dari perjalanan kehidupan sehingga apapun yang akan terjadi dalam kehidupan Anda, semuanya akan tetap baik-baik saja.

    Tulisan ini akan menjadi motivasi bagi Anda apabila memang Anda membutuhkan isi tulisan ini, mengikuti sesi-sesi yang dijalankan, membaca setiap tulisan yang ada dan sebagainya, kalau fase tersebut sudah bisa Anda lewati maka Anda akan termotivasi dengan sendirinya, Anda akan melangkah dengan rasa penuh percaya diri, menjalankan semua aktivitas dengan semangat meraih yang terbaik, dan seterusnya…pada fase terakhir, setelah Anda bisa meyakini semua perjalanan Anda, apapun hasilnya, Anda akan mampu mengarahkan orang lain untuk berpikir dan bertindak seperti yang Anda lakukan, seperti pada saat Anda berupaya menyelesaikan semua permasalahan dalam hidup Anda, dan apabila pada fase ini Anda juga berhasil berarti Anda sudah menjadi seorang motivator bagi diri Anda sendiri dan orang lain !

    Tahukah Anda fase selanjutnya?

    Apabila Anda mampu melawati semua fase tersebut Anda benar-benar masuk ke dunia “Aristoteles”, dimana Anda selalu berupaya mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada, baik itu permasalahan diri Anda sendiri maupun permasalahan yang berlaku umum dengan orang lain dan hebatnya Anda mampu memberikan kontribusi positif bagi sebagian besar orang dalam hidup Anda dengan solusi baru yang telah Anda temukan dan berikan ! EUREKA !

    Luar biasa ! Kita memang tidak bisa hidup sendiri dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi pastikan Anda mampu berjuang untuk hidup sendiri saat tidak ada orang lain yang bisa membantu hidup Anda, dan kalau Anda bisa lewati itu Anda telah memberikan nilai-nilai kebaikan bagi diri Anda dan orang lain !

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 7:55 pm pada May 17, 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Berapa banyak para pemimpin perusahaan menjadi sangat ragu untuk mengambil keputusan saat keputusannya akan melibatkan orang terdekatnya atau sebuah keputusan yang beresiko buruk bagi sebuah kelompok yang lebih besar?

    Ambil KeputusanPara pemimpin terbaik akan mampu memisahkan apa yang harus diputuskan dengan siapa yang akan menerima keputusan. Menjadi sebuah permasalahan besar saat keputusan tidak diambil karena kekuatiran terhadap reaksi pihak-pihak tertentu yang akan menerima keputusan.

    Ambil saja sebuah keputusan dan Anda akan memperoleh hasil yang telah Anda pertimbangkan, seberapapun besar keputusan yang telah Anda ambil setidaknya Anda telah mengambil keputusan.

    Ada sebuah cerita yang saya alami pada fase krisis moneter 1997-1998, dimana owner grup perusahaan kami pada saat itu memastikan bahwa demo karyawan yang terjadi pada saat itu dengan mengajukan kesepakatan kenaikan gaji bagi seluruh karyawan memang harus diselesaikan dengan cara yang “bijak”.

    Top manajemen sudah tidak mampu menghadapi tekanan dari seluruh karyawan yang menuntut kenaikan gaji melalui serikat pekerja, dan memang manajemen sudah tidak akan mampu menaikkan gaji pada fase tersebut dimana potensi bunga bank meningkat hingga 70% sementara potensi pendapatan tidak mungkin meningkat karena hampir sebagian besar industri di beberapa negara sedang terpuruk pada saat itu. The Big Boss memaksakan diri untuk kembali ke Indonesia hanya untuk membantu memutuskan sesuatu yang tidak bisa diputuskan oleh manajemen.

    Saat dia tiba di Indonesia, dan saat dia bertemu dengan para demonstran, dia hanya berkata…

    “Baik, saya akan naikkan gaji kalian !” dan seluruh karyawan bersorak memuji “kebaikkan” beliau dan meremehkan manajemen karena tidak mampu memutuskan proses kenaikan gaji karyawan.

    Sesaat kemudian beliau kembali berkata, “Dan saya meminta kepada manajemen setelah gaji dinaikkan agar segera mengurus penutupan perusahaan ini pada bulan depan…” dan seluruh karyawan tiba-tiba sontak berhenti tertawa senang…

    “Haaaahhh….mengapa begitu pak !”, tanya seluruh peserta demonstran.

    “Kalian memilih naik gaji saat kita sedang kesulitan seperti saat ini, kita akan berikan namun perusahaan harus segera kita tutup…atau… bertahan dengan gaji pada saat ini dengan tidak dikurangi sedikitpun jumlahnya hingga saat ekonomi membaik nanti .. dan kita akan terus mempertahankan perusahaan ini…”

    Karyawan terdiam…untuk selanjutnya berkata, “Kami bertahan…dengan apa yang ada pada saat ini…”

    Dan, saat tulisan ini saya release… perusahaan tersebut saat ini telah mampu meningkatkan tidak kurang dari 400-500% gaji karyawan mereka dari gaji yang mereka terima pada saat krisis terjadi, dan perusahaan ini masih ada dan terus hidup…

    Menjadi pemimpin? Jangan ragu untuk melangkah meskipun itu menyakitkan, hanya untuk sesaat, namun akan menyelamatkan kehidupan yang dipimpinnya dimasa yang akan datang !

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 1:01 pm pada April 20, 2011 Permalink | Balas  

    Kesuksesan Itu Butuh Waktu 

    Saya akan bercerita tentang bagaimana sebuah bisnis itu dibangun oleh para pengusaha…

    Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, setidaknya dimata saya. Selama karir manajemen saya jalani, saya memang selalu menemani mereka dalam membangun industri-industri yang memang menjadi core bisnis mereka, pada saat itu. Mengapa saya katakan ‘pada saat itu’ karena memang pada kenyataannya mereka selalu bekerja dan bertindak dengan pola-pola yang terkadang sulit untuk dipahami oleh seorang karyawan.

    Talenta yang mereka miliki, konsep visioner dalam hidup mereka, benar-benar merupakan modal yang sulit ada tandingannya dalam dunia manajemen sekalipun. Saat mereka membangun sebuah industri, maka dapat dipastikan nilai-nilai filosofis produk yang dijualpun selalu menyertai langkah perjuangan mereka, dan hal ini jelas tidak akan pernah dimiliki oleh seseorang dengan strata karyawan, karena memang tidak pernah ada karyawan yang memiliki konsep filosofis produk selama mereka tidak memasuki dunia sebagai pengusaha.

    Ada satu saat dimana seorang pemilik perusahaan besar bercerita kepada saya, saat saya membantu beliau, “Tahukah kamu mengapa produk yang kita miliki berwarna hitam dan berbentuk seperti yang kamu lihat pada saat ini? Karena saat kami membangun industri ini berpuluh tahun lalu kami harus mengangkut arang dengan tenaga kami sendiri dan kami hitam karenanya…, dan karena keadaan itulah kami bisa membangun grup sebesar ini hingga saat ini…!” Begitu kira-kira cerita singkatnya. Luar biasa…!

    Sementara generasi berikutnya para pendiri industri, dimata saya tentunya, tampak tidak sehebat para founding father-nya, mereka hanya tinggal meneruskan apa yang sudah ada dengan sistem manajemen yang bisa mereka beli melalui program sertifikasi atau dengan membayar para eksekutif berpengalaman untuk mengelola bisnis yang sudah berjalan, relatif lebih mudah prosesnya, dibandingkan dengan para pendirinya.

    Generasi pendiri membutuhkan tidak kurang dari 20-25 tahun untuk bisa bertahan hingga usia ulang tahun 40-50 tahun perusahaan, sementara generasi kedua berada pada fase tahun ke 30-40 untuk mengembangkan bisnis yang sudah ada…sementara generasi ketiga menikmati fase tahun ke 40-50 untuk merayakan kesuksesan bisnis yang sudah ada. Tidak ada filosofi pada pada generasi kedua dan ketiga…, mereka hanya harus berjuang dengan keras untuk mengembangkan dan mempertahankan industri bisnis yang telah ada agar terus hidup hingga generasi-generasi berikutnya. Menjadi jalan kebaikan bagi diri mereka dan orang lain saat ini dan saat yang akan datang.

    Kesuksesan memang membutuhkan waktu…

     

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 12:43 pm pada April 20, 2011 Permalink | Balas  

    Tidak Mengerti-Tidak Paham-Tidak Tahu Mau Kemana-Tidak Tahu Harus berbuat Apa 

    Pernahkah Anda mengalami dalam sebuah perjalanan Anda harus memutuskan berbelok ke kiri  atau ke kanan? Sementara Anda juga tidak begitu yakin kemana akhir tujuan ke kiri ataupun ke arah kanan.

    Saya selalu ingatkan kepada para trainee, saat mendapatkan situasi seperti diatas maka yang harus dilakukan adalah MEMUTUSKAN ! Karena diam di pertigaan dengan mempertimbangkan ketidak tahuan diri kita hanya akan mengantarkan diri kita menjadi seseorang yang tidak akan mampu meraih apa-apa.

    Kalaupun keputusan kita kekiri adalah sebuah ‘kesalahan’, setidaknya kita satu langkah kedepan dengan mengetahui bahwa langkah yang kita ambil adalah salah, dan kita hanya perlu segera harus memutuskan kembali kearah semula untuk mengambil arah yang benar, dan bayangkan apabila kita mengambil keputusan untuk diam, apa yang kita peroleh? Apa yang menjadi langkah selanjutnya? Apa yang harus dilakukan?

    Keputusan terburuk yang harus diambil karena memutuskan, masih JAUH LEBIH BAIK dibandingkan seseorang tidak mengambil keputusan apapun dan tidak mendapatkan apapun.

    Bayangkan kondisi ini terjadi pada saat Anda sedang mengelola sebuah bisnis. Sebagai seorang pemimpin yang senantiasa berhadapan dengan pilihan-pilihan dan pada saat itu Anda tidak mampu berperan sebagai pengambil keputusan, maka berapa banyak kelompok yang Anda pimpin berada pada titik ketidak pastian, meskipun kita juga sangat memahami bahwa memang tidak ada yang pasti didunia ini, tetapi kondisi itu tidak berarti bahwa kita menjadi individu yang tidak mampu memutuskan.

    Kemana bisnis ini akan Anda bawa? Bagaimana Anda harus menyelesaikan permasalahan itu? Apa yang harus Anda lakukan dengan tim kerja Anda? Semuanya harus Anda putuskan !

    Loncati tebing itu apabila memang itu HARUS Anda lakukan dan seberangi sungai itu apabila memang HARUS Anda lewati, yang terpenting adalah Anda harus memutuskan sesuatu !

    Hidup adalah pilihan, semuanya tergantung kepada diri Anda sendiri, dan jangan menyalahkan orang lain apabila Anda gagal dan juga jangan merendahkan diri Anda apabila Anda memang mampu untuk berhasil. Semuanya bergantung kepada apa yang Anda putuskan dan lakukan. Jangan menjadi individu yang karena tidak mengerti-tidak paham-tidak tahu mau kemana dan tidak tahu harus berbuat apa, menjadikan Anda tidak memutuskan apapun dalam hidup, sekali lagi hidup adalah pilihan maka pastikan Anda untuk memutuskan kemana Anda akan memilih.

    Salam Sukses !

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 8:34 am pada January 14, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Conflict of Interest, Manajemen Bingung   

    Kebingungan Menular Dalam Manajemen 

    Saya selalu mengingat kembali masa-masa awal saya membangun karir dalam dunia manajemen. Ada rasa pahit, getir namun juga ada rasa bahagia yang mendalam. Kegetiran dalam dunia manajemen, khususnya bagi individu seperti saya, adalah pada saat membangun sebuah sistem perusahaan dan perusahaan tersebut tidak mampu, atau tidak mau, mengimplementasikan sistem yang sedang dibangun bahkan untuk sebuah sistem yang khusus dibangun untuk dirinya sendiri. Sementara saat membahagiakan adalah pada saat saya harus menyelesaikan sebuah tugas membangun sistem manajemen dan yang terlahir adalah sebuah perusahaan yang aman, teratur, rapih, terkendali dan berakhir, tentu saja, memiliki sistem keuangan yang baik berimbas kepada kesejahteraan seluruh karyawan yang ada di perusahaan tersebut.

    Namun kalau dicermati, tidak semua perusahaan, dibahasakan tidak semua pemilik perusahaan, memahami pentingnya membangun sebuah sistem manajemen yang baik, kami menyebutnya sebagai sistem manajemen berkualitas, dalam setiap proses kerja yang terjadi si sebuah perusahaan. Bagi beberapa orang membangun sistem manajemen yang baik atau berkualitas dianggap lebih berorientasi kepada “melakukan hal yang tidak penting”, walaupun mungkin saja pernyataan tidak penting itu dilihat secara subjektif dari dirinya sendiri dan bukan dilihat secara komprehensif dari seluruh permasalahan yang ada.

    Menghadapi manusia-manusia dalam manajemen seperti ini sangat sulit ! Dimata mereka kepentingan terbaik adalah kepentingan dirinya sendiri, sementara dalam sistem manajemen berkualitas kepentingan individu diupayakan terjadi seminimal mungkin sehingga upaya-upaya manajemen yang terjadi diharapkan akan menjadi sumber berkualitas bagi seluruh komponen organisasi perusahaan.

    Conflict of interest adalah kebingungan nomor satu yang paling sering terjadi dalam perusahaan. Lebih diperparah saat konflik tersebut dibiarkan terus saja terjadi karena kepentingan-kepentingan individu yang didalamnya. Saya secara pribadi tidak menafikan untuk tidak terjadi sebuah konflik dalam sistem manajemen, karena Conflict Management adalah bagian tidak terpisahkan dalam membangun sebuah perusahaan, dan harus disepakati bahwa konflik dalam kasus ini didefinisikan sebagai manajemen untuk mengatur konflik-konflik yang ada dalam perusahaan agar berjalan dengan baik dan bukan konflik pribadi yang dengan sengaja dilakukan agar sistem manajemen menjadi impoten.

    Kebingungan nomor wahid ini menjadi penyebab utama terjadinya “penyakit kronis” yang akan menggerogoti seluruh sendi-sendi perusahaan hingga kesumsum yang terdalam, dan pada akhirnya seluruh tubuh organisasi akan lumpuh tidak berdaya menopang beratnya beban pengelolaan perusahaan. Saya berani menyatakan ini karena selama tidak kurang 15 tahun saya selalu terlibat sebagai management advisor dalam berinteraksi secara langsung dengan para pemilik perusahaan dalam mengelola dan membangun sistem didalamnya. Banyak yang tumbuh dan banyak pula yang runtuh ! Namun yang saya tidak pahami adalah mengapa “kita” memilih untuk runtuh sementara “kita” sebenarnya mampu untuk tumbuh, dan sebagai seseorang yang terlibat dalam proses adalah sangat menyedihkan saat melihat “anak” yang kita bangun dan kembangkan luluh lantak begitu saja tanpa mampu berkata “tidak”.

    Membingungkan? Bagi saya “YA”, karena membangun perusahaan bukan sebuah proses kecil tanpa waktu dan biaya yang tersita, membangun perusahaan adalah sebuah proses berkesinambungan yang penuh dengan resiko individu dan kelompok dari detik ke detik dan tentu saja semua itu seharusnya dibayar mahal dengan sebuah KEBERHASILAN ! Kalau Anda ingin berencana gagal lebih baik tidak perlu susah-susah membangun, membangun apapun itu ! b karena dengan gagal kita telah membuang waktu dan tenaga juga materi, dan kesemuanya itu jelas berbatas dan bukan bagaikan sebuah uang kertas tanpa nomor seri, karena semua hal selalu ada ujungnya ada akhirnya. Membingungkan karena kita seolah tidak sadar bahwa kita mungkin sudah menghancurkan harapan dari seluruh karyawan yang berharap besar dari sebuah keberhasilan perusahaan sehingga mereka bisa hidup bersama hingga masa tuda mereka dan hidup berahir sejahtera. Membingungkan karena seolah kita tidak sadar apa tugas utama dari para pemimpin perusahaan yang jelas-jelas bukan hidup bersenang-senang dengan semua fasilitas jabatan yang dimiliki tapi lebih dari itu adalah mengatur sedemikian rupa seluruh karyawan sebagai “rakyatnya” agar hidup lebih baik dari waktu ke waktu. Membingungkan karena semua kebingungan awal terus menular kepada kebingungan-kebingungan lain selanjutnya dan hanya bisa saling menyalahkan unit kerja atau orang lain akibat dari kebingungan sebelumnya yang berakibat sebuah kegagalan, tanpa melakukan introspeksi bahwa mungkin saja dia sendirilah penyebab awal kebingungan itu.

    Kebingungan yang menular dalam manajemen, menyedihkan karena mengapa “memilih” untuk menjadi seperti itu…

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 10:53 am pada December 17, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , Business Plan, Info, Rencana Bisnis   

    Sedikit Kisah Mengelola Business-Plan 

    Tahun 2005 silam, saya dihubungi oleh salah seorang relasi bisnis yang menyatakan bahwa, “Saya mengenal Anda sebagai seseorang yang mengetahui pengelolaan bisnis jasa dan manufaktur…, apakah Anda berkenan menyusunkan sebuah rencana bisnis untuk kami ?”, [Rencana Bisnis=Business Plan], Saya terdiam saat itu, saya katakan, “Ok.” dan segera saya susunkan sebuah business plan dengan tenggang analisa cashflow 3-5 tahun untuk menganalisa apakah bisnis tersebut layak atau tidak (visibility studies).

    Yang paling menarik adalah, saat Anda memiliki pengalaman kerja yang mampu mendukung untuk menganalisa pergerakan keuangan dalam Business Plan, misalnya cash-flow, dan berbicara tentang Business Plan adalah berbicara mengenai Cash-flow !,  secara tidak langsung Anda sudah terlibat dalam memahami proses bisnis yang akan dijalankan, meskipun bisnisnya belum berjalan, pernyataan saya ini sangat erat hubungannya dengan tulisan saya tentang bagaimana selayaknya kita “Memahami Sistem Keuangan”. Jadi ternyata, pengalaman apapun yang pernah kita alami dalam kehidupan karir saya dan Anda, jalani saja dan semua itu pasti berguna dalam hidup kita sampai dengan saat waktunya kita menyadari itu adalah bagian dari hidup kita dalam mengelola kemampuan analisa bisnis.

    Masuki dunia bisnis Anda dengan menguasai pengelolaan Business Plan maka Anda sudah menjalani sebagian bisnis Anda dengan cara yang benar. Seperti diungkapkan oleh Linda Pinson, “Kegagalan dalam merencanakan bisnis adalah kegagalan yang telah Anda rencanakan !” Ya…, menarik bukan !

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 10:24 am pada December 17, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Pentingnya Memahami Sistem Keuangan 

    Dalam beberapa proses pertemuan saya dengan para pemilik dan pimpinan perusahaan, saya selalu mengingatkan dan menghimbau agar dalam struktur  atau level setingkat Direksi dan General Manager dalam posisi apapun, HARUS sangat memahami 3 proses kerja utama.

    1. Prinsip Operasi Perusahaan.
    2. Prinsip Pemasaran Perusahaan.
    3. Prinsip Keuangan Perusahaan.

    dan dari ketiganya, saat sebuah industri mulai beroperasi maka tidak ada pilihan lain pengelolaan keuangan menjadi sangat krusial untuk dijalankan dengan BAIK DAN BENAR. Beberapa kasus dimana para pimpinan yang TIDAK MAU memahami proses keuangan di sebuah perusahaan yang dipimpinnya maka hasil akhirnya sudah dapat ditebak, pengelolaan keuangan yang kacau berakibat pada ketidakjelasan sistem laporan keuangan perusahaan dan pada akhirnya bisnis tidak bisa beroperasi dengan baik, seberapa besar pun bagian pemasaran memberikan pemasukan bagi perusahaan. Jangan bertanya. “Mengapa harus seperti itu?”, karena hukumnya memang SEPERTI ITU, kalau kita beranalogi dengan sebuah sistem kendaraan, maka mengelola kendaraan adalah harus memahami, minimal, proses atau cara menyetir, cara mengerem dan cara menekan pedal gas, plus menekan pedal kopling untuk kendaraan bertipe transmisi manual, pahami cara mengendarai mobil maka Anda akan bisa mengendarai mobil tanpa Anda harus menguasai bagaimana membuat mobil. Pahami proses mengelola bisnis meskipun sebagai pimpinan Anda tidak mungkin ahli pada seluruh bidang perusahaan, maka semoga Anda bisa menjalankan bisnis, dan yang paling utama dalam mengelola bisnis adalah bagaimana Anda mengelola sistem keuangan perusahaan atau bisnis Anda ! Salam sukses dan jadilah yang terbaik !

     
    • nurrahman18 10:21 am pada Desember 21, 2010 Permalink | Balas

      manajemen kuangan kantong uang pribadi juga penting :) ,salam

      • tqmbusinessplan 10:32 am pada Desember 21, 2010 Permalink | Balas

        Betul, itulah sebabnya dengan memiliki pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, termasuk pengelolaan keuangan “kantong uang pribadi”, kita berharap ‘kantong uang’ kita juga menjadi lebih baik. Salah seorang pengusaha yang pernah saya bantu memberi pelajaran berharga seperti ini, “Janganlah terlebih dahulu menginginkan uang yang banyak, tetapi terlebih dahulu buatlah tempat menyimpan uang yang banyak, karena uang yang banyak tanpa tempat yang mencukupi dia akan terbuang begitu saja…” Salam kembali dan senang bertemu Anda.

  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 8:53 am pada December 17, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Budaya Berbuat Salah yang Luar Biasa 

    Ada sebuah cerita dari sebuah perusahaan yang saya bantu dalam sistem pengelolaan bisnis berkualitas. Bagi saya menjadi sangat luar biasa ‘bermasalah’ pada saat seorang karyawan dengan secara sadar atau tidak sadar melakukan proses kesalahan kerja di unit kerjanya sendiri, bahkan pekerjaan dirinya sendiri, dan itu berakibat unit kerja lain atau orang lain harus melakukan kesalahan kerja dan harus mengulang pekerjaannya dengan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa orang yang berbuat salah agar memperbaiki kesalahannya ! Hebat dan mengerikan ! Secara logika orang yang salah harus memperbaiki kualitas pekerjaannya agar orang lain tidak menerima kesalahan kerjanya, namun yang terjadi orang lain harus memahami kesalahan yang mereka lakukan dan tidak bisa berbuat apa-apa selain berkata, “Ya sudah, kalau memang begitu.” Saat saya katakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak memaksanya untuk berbuat benar agar kamu tidak salah bekerja?” Dia berkata, “Ya, habis bagaimana lagi, sudah sering seperti ini…”. Luar biasa…luar biasa…, lagi-lagi kalau negeri ini memiliki budaya kerja seperti ini dan dipertahankan sebagai sebuah rasa TOLERANSI, maka saya kira tepat pernyataan yang mengatakan…”Wait and see…until I put an idiot to this country for being crashed !” Menyedihkan memang…tapi yah…,”Habis bagaimana lagi…”

     
  • GemaPratama-Motivarich Indonesia 12:21 pm pada December 16, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Berbisnis Dengan Hati 

    Pernahkah , Anda dikecewakan ? Ditipu ? Dibohongi ? Atau setidaknya dirugikan oleh salah satu bagian dari stake holder diperusahaan Anda ?

    Atau justru Anda yang melakukan hal tersebut kepada stake holder ?

    Pernah Anda mendengar hukum keseimbangan alam ?

    Apapun yang orang lain atau Anda lakukan pasti akan menemukan elemen penyeimbangnya, apabila dalam dunia bisnis Anda pernah menipu orang, pasti cepat-atau-lambat, Anda akan mengalami kasus penipuan yang bisa sama, lebih kecil, atau lebih besar dari yang pernah Anda lakukan.

    Karena alam semesta ini masih “bisa” berputar beserta seluruh planet-planet yang berotasi dan berevolusi sampai dengan saat ini pun karena masih berlakunya hukum-hukum keseimbangan alam, saat satu bagian keseimbangan di ”ganggu” maka tunggulah saat-saat kehancuran !

    Tidak ada yang kekal di alam ini, saya dan Anda hanya akan bisa selamat menjalani kehidupan bisnis dan kehidupan lainnya, hanya apabila kita melakukan sesuatu yang baik dan benar, bukan dari kacamata diri kita sendiri tetapi juga dari kacamata orang lain.

    Hati kecil Anda tidak akan pernah bisa berbohong saat Anda melakukan kecurangan dalam bisnis, Anda bisa tutupi tetapi tidak bisa Anda hilangkan, Anda bisa dengan mudah mencari tenaga kerja yang pintar dan cerdas secara akademis, tetapi saya yakin, Anda akan sulit mencari tenaga kerja yang jujur dan berdedikasi lurus, carilah tenaga kerja yang jujur karena mereka yang Akan menyelamatkan bisnis Anda dari kehancuran, karena mereka adalah penyeimbang hukum alam.

    Bisnis memang tidak bersih, tetapi bisnis bisa dibersihkan ! Selamat berbisnis dengan hati !

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.